Monday, May 1, 2017

Rumah HOS Tjokroaminoto, Sang Raja Tanpa Mahkota



Surabaya!

Kota dimana gue bersarang, gue udah lama hidup di kota besar ini karena itu gue tau banget wisata apa aja yang ada di surabaya ini, kalau untuk wisata alam mungkin kota gue ini bakal kalah sama kota lainnya, misalnya aja jogja dengan pantai parangtritis, Malang dengan pantai 3 warna, sedangkan surabaya dengan pantai kenjerannya. airnya keruh pasirnya juga gak putih karena itu gue gak pernah kesini, tapi kayaknya pemerintah sudah mulai memperbagus pantai ini.

"lah terus kalo ke surabaya kita mau main kemana dong?"

Gak usah kesini sob! mending main kelereng aja di depan rumah lo.

kalau lo masih maksa buat datang kesini, gue kasih tau aja kalau disini itu yang bagus bukan wisata alamnya, bukan juga wisata malamnya kayak dolly, bukan itu -__-. Tapi wisata sejarahnya!, nah kemaren gue baru saja mampir ke rumah seseorang yang sangat terkenal pada zamannya. beliau adalah Oemar Said Tjokroaminoto atau biasa di panggil HOS Tjokroaminoto.

Sebenarnya gue kesini bukan buat jalan-jalan atau apa, tapi gue kesini karena ada tugas bikin film proklamasi dan teman kelompok gue nyaranin kalo syuting dirumah HOS Tjokroaminoto aja. dan BOOMM!!! gue terpikirkan buat menuliskan rumah HOS Tjokroaminoto ini ke blog gue, muehehehe.


HOS Tjokroaminoto itu siapa hayo?


HOS Tjokroaminoto. Beliau dikenal sebagai Salah satu Pahlawan Nasional. Nama lengkap beliau adalah Raden Hadji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminoto lahir di Ponorogo, Jawa Timur, 16 Agustus 1882 dan meninggal di Yogyakarta, 17 Desember 1934 pada umur 52 tahun. Sebagai salah satu pelopor pergerakan nasional, ia mempunyai beberapa murid yang selanjutnya memberikan warna bagi sejarah pergerakan Indonesia, yaitu Musso yang sosialis/komunis, Soekarno yang nasionalis, dan Kartosuwiryo yang agamis.

Gak cuman Soekarno aja yang pernah berguru pada beliau tapi Sun Go Kong pun juga pernah kayaknya *dikeplak pembaca

Kalau lo pernah sekolah dan disekolah lo ada pelajaran sejarah pasti lo bakal tau hebatnya dia dalam hal memancing, *digebukin pembaca

Maaf, maksud gue hebatnya dia dalam hal politik muehehehe, selain beliau adalah gurunya para pemimpin besar beliau juga ikut tergabung dalam organisasi Sarekat Islam, kesuksesan SI ini menjadikannya salah satu pelopor partai Islam yang sukses saat itu.

Balik Lagi Ke Rumah Beliau

Rumah HOS Tjokroaminoto

Kota surabaya memang penuh dengan cerita bersejarah, gue ingat salah satu sejarah  di Kota Surabaya adalah lahirnya seorang bayi laki-laki dan ia sudah memiliki wajah tampan nan rupawan dan konon nama dari bayi itu adalah yusuf fadhilah, muehehehe gak usah serius amat coy, hahaha.

Salah satu bagian sejarah yang masih ada di kota surabaya adalah rumah HOS Tjokroaminoto ini gaes, bayangin aja kalo lo itu sedang berkunjung di rumah pahlawan nasional, keren buuaangetss bukan!, ini lebih keren daripada lo berkunjung ke rumah jokowi ataupun Ahok!, ini rumahnya pahlawan sob! pahlawan!

Pertama kali gue lihat rumah ini sudah kelihatan banget gimana sederhananya rumah ini, bagian depan rumah diberi sebuah pagar kayu yang tingginya kira-kira 1 meter dan di cat dengan warna hijau, pintunya pun masih model lawas gitu, di dekat pintu masuknya pun ada sebuah bendera merah putih! salut banget gue sama warga yang udah jagain rumah bersejarah ini sampai sekarang.

Ruang tamu
Waktu pertama kali masuk kesini itu udah kerasa banget kesederhanaannya, pintu masuk sama cendelanya pun masih bermodelkan rumah-rumah lawas, lantainya pun juga masih model-model lawas gitu, gak cuman itu aja atapnya pun terbuat dari anyaman, tapi bukan atap bagian luarnya sob. 

ya kali atap bagian luarnya dari anyaman, bisa-bisa banjir ini rumah kalau hujan.

di sebelah kanan dari pintu masuk ada sebuah ruang tamu dengan 4 kursi kayu dan 1 meja dari marmer. yang konon katanya tempat duduknya ini pernah diduduki sama HOS Tjokroaminoto!. namanya juga rumahnya sendiri cup!, muehehehe iya sih.

yang bikin gue kagum bukan rumahnya saja tapi di dinding rumah ini ada banyak sekali foto-foto bersejarah milik beliau, gue hitung kemaren sekitar 28 foto, beliau yang gue lihat di foto memang benar-benar berwibawa di zamannya.

Foto Beliau


Tahun 1914, Pak Tjokroaminoto di tengah-tengah anggota Syarikat Islam Blitar, Kira-Kira apa yaa yang dipegang pak Tjokro? Cambuk, jelas bukan! Dasinyapun juga terlihat lucu, seperti dasi anak-anak SD jaman sekarang. Tapi pada masa itu penampilan Pak Tjokro ni benar-benar luar biasa. Penuh pesona dan wibawa
itulah tulisan yang ada di foto yang ke 2.

Disebelah ruang tamu ada disebuah ruangan, sepertinya ini dulunya adalah sebuah kamar, didalamnya ada sebuah meja dengan cermin untuk berkaca, dan diatasnya ada sebuah foto logo dari PSII (
Partai Syarikat Islam Indonesia) yang kelak akan berubah menjadi SI (Sarekat Islam)

Didalam ruangan seperti kamar

 dn juga ada sebuah ruangan lagi desebalah kiri dari pintu masuk, itu adalah ruang perabotan sepertinya, disana ada sebuah kursi, meja dan lemari. sayang gue lupa buat ngefoto ini ruangan. dan dikoridor tepatnya lurus aja dari pintu masuk ada kumpulan buku yang dilapisi oleh meja kaca apalah namanya itu. dan ini adalah buku dari Pak Tjokro. lumayan banyak, dan judulnya kebanyakan bahasa asing tapi masih ada beberapa yang berbahasa indonesia.




Buat lebih jelas bisa klik aja gambarnya.

Dan masih ada lagi sob, yaitu ruangan atas, gue juga sempat syuting disitu, nih gue kasih aja penampakannya.



Alamat dan Jam Operasional

Alamat Rumah HOS Tjokroaminoto ada di Peneleh Gg. VII Blok VIII No.29 - 31, Peneleh, Genteng, Kota SBY, Jawa Timur

Oleh keluarga Tjokroaminoto, rumah ini kini telah diserahkan kepada Pemerintah Kota Surabaya untuk dipelihara bagi kepentingan nasional. Rumah Peneleh ini pun telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya dengan SK Walikota Surabaya No 188.45/251/402/1996 No Urut 55 Tahun 2009.

Jam Operasional:
Selasa - Minggu: 09.00 - 16.00

Hari Senin / di luar jam operasional bisa menghubungi Pak Eko +6281230866658
+6285606066658



Jalan-jalan itu gak harus pergi kepantai, air terjun, gunung tapi kita juga bisa jalan-jalan ke tempat bersejarah juga, misalnya ya kayak gue ini, tunggu cerita gue selanjutnya yaa!

12 comments:

  1. wih keren gan ditunggu update artikelnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya jelas dong ini itu rumah pahlawan! Pahlawan! Hahaha

      Delete
  2. senang rasanya bisa mengenal lebih dalam pahlawan pahlawan hehe

    ReplyDelete
  3. berkat artikel ini jadi nambah wawasan gan. thx gan

    ReplyDelete
    Replies
    1. oke sama sama om, selain jalan-jalan kita juga harus bisa nambah wawasan

      Delete
  4. rumahnya sederhana, tapi jasanya untuk negara itu lho...

    ReplyDelete
    Replies
    1. jasanya buuueeessaarrr! sebesar planet jupiter!

      Delete
  5. Mantap den, teruslah berkarya ya ane pembaca setia kok

    ReplyDelete
    Replies
    1. widih gue punya pembaca setia nih muehehehe, makasih ya den adit

      Delete
  6. wah keren kapan2 ane kesana dah nunggu gajian turun penasaran ama tempatnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. ini tempatnya gak ada biaya masuknya kok sob, jadi gausah khawatir kalo kantong kering muehehehe

      Delete